14 April 2014

Sepotong Hati Yang Indah

Suatu hari seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa ia memiliki hati yang paling indah di seluruh jagad. Banyak orang kemudian berkumpul dan semua mengagumi kesempurnaan hatinya. Tidak ada tanda atau cacat di dalam hatinya. Ya, mereka semua sepakat, itu benar-benar sebuah hati paling indah yang pernah mereka lihat. Pemuda itu sangat bangga dan berkata lebih keras tentang hati yang indah.

Tiba-tiba, seorang pria tua muncul di depan kerumunan dan berkata, "Mengapa, hatimu hampir tidak seindah hatiku?"

Pemuda dan kerumunan itu memandang hati orang tua itu. Hati orang tua itu berdegup kuat dengan penuh bekas luka dan tampak compang-camping. Bentuk hatinya seperti terpotong dan bekas potongan diganti dengan potongan hati lain tetapi tidak benar-benar pas dan tampak bergerigi. Bahkan, di beberapa tempat ada yang hilang seperti bekas dipahat.

Orang-orang menatap tajam. Bagaimana dia bisa mengatakan hatinya lebih indah? 

Pemuda itu memandang hati orang tua sambil tertawa keras. 
"Anda bercanda?" katanya. "Bandingkan hatimu dengan hatiku. Punyaku indah dan sempurna. Punya Anda compang-camping berantakan dengan bekas luka dan air mata."

"Ya," kata orang tua itu.

"Kamu mencari kesempurnaan tapi aku tidak peduli denganmu. Kamu lihat, setiap bekas luka merupakan tanda bahwa kepada orang siapa Aku telah memberikan cintaku. Aku telah merobek hatiku dan memberikan potongannya kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberiku sepotong hatinya untuk mengisi tempat kosong di hatiku. Meski terkadang potongan itu tidak tepat. Namun aku menghargai, karena mereka mengingatkanku tentang cinta kita bersama."

"Kadang-kadang aku telah memberikan potongan hatiku, dan orang lain belum memberi sepotong hatinya kepadaku. Inilah lubang-lubang sobekan untuk memberikan cinta. Meskipun menyakitkan, ini mengingatkan aku tentang cinta yang kumiliki untuk orang-orang itu, dan aku berharap suatu hari nanti mereka akan kembali dan mengisi ruang hatiku yang kosong. Jadi sekarang kamu melihat apa keindahan sejati itu?"

Pemuda itu berdiri diam dengan air mata mengalir di pipinya. Dia berjalan ke orang tua, sambil merobek hatinya yang masih sempurna dan utuh itu. Dia tawarkan kepada orang tua dengan tangan gemetar. Orang tua itu mengambil hati pemuda itu, lantas menaruhnya di hatinya. Kemudian orang tua itu mengambil sepotong hati bekas luka lama dan menempatkannya pada bekas potongan di hati pemuda yang telah dirobek. Cocok, tetapi tidak sempurna, karena ada beberapa tepi bergerigi. Pemuda menatap hatinya, tidak sempurna lagi tapi lebih indah dari sebelumnya, karena cinta dari hati orang tua itu mengalir ke dalam hatinya.

Sepotong Hati Yang Indah - Devika
Sepotong Hati Yang Indah


Kisah Inspirasi Kesetiaan bersama Cap Kaki Tiga, Setia, Manfaat

1 comment: